Kapan hari aq menerima email yg isinya tawaran training yg diadakan oleh BaliCamp.
Disitu aq lmayan tertarik akan silabus mereka, utamanya sih buah nambah skill pemrograman Java-q..:)
Tiba2 aza aq jadi berpikir tentang skill yg selama ini aq peroleh di dalam kampus.
Ternyata bila dibandingkan dengan silabus BaliCamp materi yg aq peroleh dari kampus(untuk pemrograman Java) jauh tertinggal banget(mungkin juga aq yg kurang belajarnya...:D), padahal melihat smester-q sekarang dah meu masuk smester 7(wew..dah tua neh).
Lalu iseng aq curhat ke dua bolo-q (abud & dicky) yg intinya buat apa seh kuliah ini bila dibandingin ikutan training yg jelas2 68% kita dapat skill yg sangat bermanfaat dalam dunia kerja kelak?
Mereka-pun memiliki argument yg beragam, sperti:
- Di dalam kampus kita tidak hanya mempelajari ilmu pemrograman atau analisis sistem saja tetapi kita juga secara tidak langsung blajar tentang komunikasi dengan orang lain.
- Di dalam sebuah kampus kita tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan tapi juga memperoleh suatu komunitas yg mungkin jarang kita temui di tempat lain.
Wah... jadi kuliah 3,6jt per smester ndak rugi juga yah.., walaupun sbenernya kalo disuruh memilih mungkin aq akan mengambil training2 saja daripada harus ngebela2in kuliah 4 tahun kalo tujuan-q cuma untuk dapet kerja doank. Tetapi sayangnya hal tersebut tidaklah semudah yg aq bayangkan karena disisi lain aq harus membahagiakan ortu-q dengan memperoleh gelar S1 tapi disisi lain gelar tersebut kecil kemungkinannya akan membantu-q dalam mencari pekerjaan.
Nah mungkin hal ini dapat menjadi salah satu pertimbangan qta kelak kepada anak2 qta, yakni cukup kita ikutkan les2 private atau mengikuti jalur normal(TK-SD-SMP-SMA-Universitas)?